pencemaran air

A. PENGERTIAN PENCEMARAN AIR
Pencemaran air adalah suatu perubahan keadaan di suatu tempat penampungan air seperti danau, sungai, lautan dan air tanah akibat aktivitas manusia. Danau, sungai, lautan dan air tanah adalah bagian penting dalam siklus kehidupan manusia dan merupakan salah satu bagian dari siklus hidrologi. Selain mengalirkan air juga mengalirkan sedimen dan polutan. Berbagai macam fungsinya sangat membantu kehidupan manusia. Kemanfaatan terbesar danau, sungi, lautan dan air tanah adalah untuk irigasi pertanian, bahan baku air minum, sebagai saluran pembuangan air hujan dan air limbah, bahkan sebenarnya berpotensi sebagai objek wisata.

A.1 Pengukuran Pencemaran Air

Pengukuran air dapat ditentukan dengan pengukuran secara kimia dan secara biologis.
Pencemaran air secara kimia adalah menentukan banyaknya bahan pencemaran atau tingkat pencemaran secara kuantitatif dengan menggunakan bahan-bahan kimia. Contohnya adalah pengukuran konsumsi oksigen biologis atau Biological Oxygen Demand (BOD), pengukuran pH air dan pengukuran kadar CO2.
Pengukuran pencemaran secara biologis adalah menentukan tingkat pencemaran secara kualitatif dengan menggunakan petujnuk mahluk hidup (indikator biologis).

1. Pengukuran Secara Kimiawi

a. Pengukuran BOD
Bahan pencemaran organik contohnya daun, bangkai, karbohidrat, dan protein akan diuraikan oleh mikroba air. Mikroba memerlukan oksigeen untuk mengoksidasikan zat-zat organik tersebut. Akibatnya, kadar oksigen terlarut di air semakin berkurang. Banyak bahan pencemar organik yang ada di perairan maka semakin banyak populasi mikroba. Semakin banyak mikroba maka semakin banyak oksigen yang digunakan sehingga kadar oksigen terlarut semakin kecil.
Banyaknya oksigen terlarut yang diperlukan mikroba untuk mengoksidasikan bahan organik disebut sebagai konsumsi oksigen biologis atau Biological Oxygen Demand (BOD). Angka BOD di tetapkan dengan menghitung selisih antara oksigen terlarut awal dengan oksigen terlarut pada air cuplikan (sampel) setelah air disimpan selama 5 hari pada suhu 20’C. karenanya BOD ditulis secara lengkap BOD205 atau BOD5 saja. Oksigen terlarut awal di ibaratkan kadar oksigen maksimal yang dapat larut kedalam air. Biasanya, kadar oksigen dalam air diperkaya terlebih dahulu dengan oksigen agar maksimal. Setelah disimapan selama 5 hari diperkirakan bakteri telah berbiak dan menggunakan oksigen terlarut untuk oksidasi. Maka akan ada selisih antara oksigen awal dan oksigen akhir. Jadi oksigen terlarut dapat diketahui yaiut dengan mengurangi kadar oksigen awal dengan kadar oksigen akhir (setelah 5 hari).
Kadar oksigen terlarut dalam air yang alami berkisar 5-7 ppm (part per million) atau satu per sejuta ; 1 mg oksigen yang larut dalam 1 liter air diaktakan bahwa kadar oksigen 1 ppm. Penurunan kadar oksigen tersebut dapat disebabkan oleh tiga hal, yaitu :

1) Proses oksidasi (pembongkaran) bahan-bahan organik.
2) Proses reduksi oleh zat-zat yang dihasilkan bakteri anaerob dari dasar perairan.
3) Proses pernafasan organisme yang hidup dalam air.

Pencemaran air, terutama yang disebabkan oleh bahan pencemar organik dapat mengurangi persediaan oksigen terlarut. Hal ini akan mengancam kehidupan organisme yang hidup di dalam air. Semakin tercemar, kadar oksigen terlarut akan semakin mengecil. Untuk dapat mengukur kadar oksigen terlarut, dilakukan dengan metode Winkler.

b. Pengukuran pH Air

Air sungai dalam kondisi alami yang belum tercemar memiliki rentangan pH 6,5-8,5. karena pencemaran, pH air dapat menjadi lebih rendah dari 6,5 atau lebih tinggi dari 8,5. Bahan-bahan organik biasanya mengakibatkan kondisi air menjadi lebih asam. Kapur menyebabkan kondisi air manjadi alkali (basa). Jadi perubahan pH air tergantung pada macam bahan pencemarnya.
Perubahan nilai pH mempunyai arti penting bagi kehidupan air. Nilai pH yang rendah (sangat asam) atau tinggi (sangat alkalis) menjadi tidak cocok untuk kehidupan kebanyakan organisme. Untuk setiap perubahan satu unit skala pH (dari 7 ke 6 atau dari 5-4) diktakan keasaman naik 10 kali. Keasaman air dapat diukur dengan sederhana yaitu dengan mencelupkan kertas lakmus kedalam air untuk dilihat perubahan warnanya. Selanjutnya warna kertas dicocokan dengan warna standar yang tersedia.

c. Pengukuran Kadar CO2

Gas CO2 juga dapat larut kedalam air. Kadar gas CO2 terlarut sangat dipengaruhi oleh sushu, pH, dan banyaknya organisme yang hidup di dalam air. Semakin banyak organisme di dalam air, semakin tinggi kadar karbon dioksida terlarut (kecuali jika di dalam air terdapat tumbuhan air yang berfotosintesis). Kadar gas CO2 dapat diukur dengan cara terimetri.

2. Pengukuran Pencemaran Secara Biologis

Sebagaimana diuraikan di atas, pengukuran pencemaran air secara kimiawi dapat menentukan kadar bahan pencemar secara kuantitatif, sedangkan pengukuran pencemaran air secara biologis merupakan pengukuran secara kualitatif. Artinya pengukuran secara biologis hanya dapat menentukan seberapa besar tingkat pencemarannya, tetapi tidak dapat menentukan berapa kadar bahan pencemarnya.
Pengukuran Pencemaran air secara biologis menggunakan hewan-hewan air sebagai petunjuknya (indikator). Ini disebabkan hewan-hewan air memiliki kepekaan yang berbeda terhadap bahan pencemar. Kehadiran atau ketidakhadiran hewan-hewan tersebut dapat dijadikan petunjuk tingkat pencemaran airnya.
Sebagai contoh Planaria merupakan cacing pipih yang peka terhadap pencemaran. Cacing tersebut hidup di air yang jernih dan banyak oksigen. Jika air tercemar, Planaria sulit ditemukan. Jadi Planari dapat dijadikan indikator biologis tingkat pencemaran air. Jika air sungai banyak mengandung Planaria berarti air sungai tersebut belum tercemar. Jika tingkat pencemarannya semakin tinggi, populasi Planaria semakin mengecil dan akhirnya tidak ditemukan Planaria.



B. PENYEBAB PENCEMARAN AIR
Berdasarkan defisini dari pencemaran air, dapat diketahui bahwa penyebab pencemaran air dapat berupa masuknya makhluk hidup, zat, energi ataupun komponen lain sehingga kualias air menurun dan air pun tercemar.
Banyak penyebab pencemaran air, tetapi secara umum dapat dikategorikan menjadi 2 (dua) yaitu sumber kontaminan langsung dan dan tidak langsung. Sumber langsung meliputi efluen yang keluar industri, TPA sampah, rumah tangga dan sebagainya. Sumber tak langsung adalah kontaminan yang memasuki badan air dari tanah, air tanah atau atmosfir berupa hujan. Pada dasarnya sumber pencemaran air berasal dari industri, rumah tangga (pemukiman) dan pertanian. Tanah dan air mengandung sisa dari aktifitas pertanian seperti pupuk dan pestisida. Kontaminan dari atmosfir juga berasal dari aktifitas manusia yaitu pencemaran udara yang menghasilkan hujan asam.
Selain itu pencemaran air dapat disebabkan oleh berbagai hal dan memiliki karakteristik yang berbeda-beda, seperti :
• Meningkatnya kandungan nutrien dapat mengarah pada eutrofikasi.
• Sampah organik seperti air comberan (sewage) menyebabkan peningkatan kebutuhan oksigen pada air yang menerimanya yang mengarah pada berkurangnya oksigen yang dapat berdampak parah terhadap seluruh ekosistem.
• Industri membuang berbagai macam polutan ke dalam air limbahnya seperti logam berat, toksin organik, minyak, nutrien dan padatan. Air limbah tersebut memiliki efek termal, terutama yang dikeluarkan oleh pembangkit listrik, yang dapat juga mengurangi oksigen dalam air.
• Seperti limbah pabrik yg mengalir ke sungai seperti di sungai citarum
B.1. Bahaya Dari Polusi Air
Bibit- bibit penyakit berbagai zat yang bersifat racun dan bahan radioaktif dapat merugikan manusia. Berbagai polutan memerlukan O2 untuk penguraiannya. Jika O2 kurang, penguraiannya tidak sempurna dan menyebabkan air berubah warnanya dan berbau busuk. Bahan atau logam yang berbahaya seperti arsenat, uradium, krom, timah, air raksa, benzon, tetraklorida, karbon dan lain- lain dapat merusak organ tubuh manusia atau dapatmenyebabkan kanker. Sejumlah besar limbah dari sungai akan masuk ke laut.
Polutan ini dapat merusak kehidupan air sekitar muara sungai dan sebagian kecil laut muara. Bahan- bahan yang berbahaya masuk ke laut atau samudera mempunyai akibat jangka panjang yang belum diketahui. Banyak jenis kerang- kerangan yang mungin mengandung zat- zat yang berbahaya untuk dimakan. Laut dapat pula tercemar oleh yang asalnya mungkin dari pemukiman, pabrik, melalui sungai, atau dari kapal tanker yang rusak. Minyak dapat mematikan burung dan hewan laut lainnya, sebagai contoh efek keracunan dapat dilihat di Jepang. Merkuri yang dibuang oleh sebuah industri ke teluk minamata terakumulasi di jaringan tubuh ikan dan masyarakat yang mengkonsumsinya menderita cacat dan meninggal.
Banyak akibat yang ditimbulkan oleh polusi air, diantaranya:
1. Terganggunya kehidupan organisme air karena berkurangnya kandungan oksigen
2. Terjadinya ledakan ganggang dan tumbuhan air
3. Pendangkalan dasar perairan
4. Tersumbatnya penyaring reservoir, dan menyebabkan perubahan ekologi
5. Dalam jangka panjang mengakibatkan kanker dan kelahiran cacat
6. Akibat penggunaan pestisida yang berlebihan selain membunuh hama dan penyakit, juga membunuh serangga dan makhluk yang berguna terutama predator
7. Kematian biota kuno, seperti plankton, ikan bahkan burung
8. Dapat mengakibatkan mutasi sel kanker dan leukemia
C. DAMPAK PENCEMARAN AIR DI LINGKUNGAN SEKITAR
Pencemaran air berdampak luas, misalnya dapat meracuni sumber air minum, meracuni makanan hewan, ketidakseimbangan ekosistem sungai dan danau, pengrusakan hutan akibat hujan asam, dan sebagainya. Di badan air, sungai dan danau, nitrogen dan fosfat (dari kegiatan pertanian) telah menyebabkan pertumbuhan tanaman air yang di luar kendali (eutrofikasi berlebihan). Ledakan pertumbuhan ini menyebabkan oksigen, yang seharusnya digunakan bersama oleh seluruh hewan/tumbuhan air, menjadi berkurang. Ketika tanaman air tersebut mati, dekomposisi mereka menyedot lebih banyak oksigen. Sebagai akibatnya, ikan akan mati, dan aktivitas bakteri menurun.
Dampak pencemaran air pada umumnya dibagi atas 4 kelompok, yaitu :
1. Dampak terhadap kehidupan biota air
2. Dampak terhadap kualitas air tanah
3. Dampak terhadap kesehatan
4. Dampak terhadap estetika lingkungan
C.1 Dampak terhadap kehidupan biota air
Banyaknya zat pencemaran pada air limbah akan menyebabkan menurunnya kadar oksigen terlarut dalam air tersebut. Sehingga mengakibatkan kehidupan dalam air membutuhkan oksigen terganggu serta mengurangi perkembangannya.
Akibat matinya bakteri-bakteri, maka proses penjernihan air secara alamiah yang seharusnya terjadi pada air limbah juga terhambat. Dengan air limbah yang sulit terurai. Panas dari industri juga akan membawa dampak bagi kematian organisme, apabila air limbah tidak didinginkan terlebih dahulu.
C.2 Dampak terhadap kualitas air tanah
Pencemaran air tanah oleh tinja yang biasa diukur dengan faecal coliform telah terjadi dalam skala yang luas, hal ini dibuktikan oleh suatu survey sumur dangkal di Jakarta. Banyak penelitian yang mengindikasikan terjadinya pencemaran tersebut.
C.3 Dampak terhadap kesehatan
Peran air sebagai pembawa penyakit menular bermacam-macam antara lain :
• Air sebagai media untuk hidup mikroba pathogen,
• Air sebagai sarang insekta penyebar penyakit,
• Jumlah air yang tersedia tidak cukup, sehingga manusia bersangkutan tak dapat membersihkan diri,
• Air sebaga media untuk hidup vector penyakit.


C.4 Dampak terhadap estetika lingkungan
Dengan semakin banyaknya zat organik yang dibuang ke lingkungan perairan, maka perairan tersebut akan semakin tercemar yang biasanya ditandai dengan bau yang menyengat disamping tumpukan yang dapat mengurangi estetika lingkungan. Masalah limbah minyak atau lemak juga dapat mengurangi estetika lingkungan.

0 komentar:

Poskan Komentar